Tujuan dari Admin Workshop 1 agar kita mampu untuk :
- install, membuat, dan mengatur Oracle Database 10g
- configurasi oracle db guna keperluan aplikasi : membuat user, struktur storage, security
- menerapkan prosedur dasar monitoring : agar database dpt berjalan dengan lancar.
- menerapkan strategi backup dan recovery : High Availability
- memindahkan data antar database
Bab yang Akan Di Bahas, Antara Lain :
1. Introduction
2. Installation
3. DB Creation
4. Instance
5. Storage
6. Users
7. Schema
8. Data & Concurrency
9. Undo
10. Security
11. Network
12. Proactive Maintenance
13. Performance
14. Backup and Recovery Concepts
15. Backup
16. Recovery
17. Flashback
18. Moving Data
Cukup Banyak, Tapi kita akan Pelan2 kok…
Oracle Database 10g, “g” berarti Grid, standar untuk Grid Computing.
Please visit http://www.gridforum.org for the details
Grid computing Oracle bermaksud untuk mensejajarkan dengan high reliability mainframe computing.
Tidak seperti mainframe dan UNIX SMP, Grid Oracle dapat dibuat dengan teknologi terbuka, seperti Intel Processor dan Linux Operating System (I suggest you to use Oracle Unbreakable Linux in this course Environment), sehingga meminimalisir cost.
Teknologi Oracle Grid Computing
1. Storage Grid : ASM (Automatic Storage Management)
2. Database Grid : RAC (Real Application Server)
3. Application Grid : Oracle Streams
all of these can be monitored via Oracle Enterprise Manager Grid Control
nb : yg atas ga perlu di pikirin dulu, di luar scope bahasan kali ini (kecuali ASM)
Oracle Database Arsitektur, minimal terdiri dari 1 instance dan 1 database.
Struktur Database :
1. Memori : SGA
2. Proses : Background Processes
3. Storage : Database Files
1 Oracle Database = 1 Instances (kecuali RAC, 1 database : 2 atau lebih Instances)
Setiap Oracle Database STARTED, oracle software mengalokasikan shared memory area, SGA.
dan juga menjalankan beberapa background process.
SGA + BGPROCESSES = Instances
Struktur Memori Oracle :
1. SGA : System Global Area : di shared oleh semua server proses dan background proses
2. PGA : Private Global Area : 1 PGA : 1 Proses
setiap ada request dr client, oracle membuatkan 1 server proses untuk melayaninya
Struktur SGA :
1. Database Buffer Cache : Menyimpan sementara blok2 yang yang diambil dari database (dr datafile sih sebenernya :p)
2. Redo Log Buffer : Menyimpan sementara informasi Redo sebelum di simpan ke redo log files (untuk instance recovery)
3. Shared Pool : Kurang lebih sebagai buffer SQL statement yg dpt di shared antar user
4. Large Pool : digunakan untuk proses yg besar, mis : backup and recovery proses, I/O Server Processes, ext.
5. Streams Pool : Digunakan oleh Oracle Stream
6. Java Pool : Java Purpose
nb :
Oracle Database 10G memiliki parameter SGA_TARGET, sehingga Oracle Dapat mengatur secara otomatis pengalokasian SGA sesuai kebutuhan.
Oracle Database 11G fitur MEMORY_TARGET, sehingga Oracle dapat mengatur pengalokasian SGA + PGA Secara Otomatis sesuai kebutuhan database.
Struktur Proses Oracle :
1. user proses
Proses pada saat user request connection ke oracle server
2. server proses
execute command is issued by user proses
3. background proses
Proses yang berjalan pada saat Oracle STARTED
Oracle Instance Management
Oracle background proses yg umum :
1. System Monitor (SMON) : Perform crash recovery apabila database started setelah terjadi failure
2. Process Monitor (PMON) : membersihkan proses pada saat terjadi user failure
3. Database Writer (DBWR) : menulis blok2 data yg sudah di ubah dari db buffer cache ke datafiles
4. LogWriter (LGWR) : menulis isi redo log dari logbuffer ke disk
5. Archiver (ARCn) : copy redo log files ke archival storage ketika terjadi log switch (archivelog mode)
6. Checkpoint (CKPT) : update controlfile dan data file header ketika terjadi checkpoint
Server Process dan Database buffer cache
ketika query di proses, oracle server proses melihat terlebih dahulu ke
database buffer cache blocks yang dibutuhkan (yg akan di modifikasi). Jika tidak ada maka
oracle server process melakukan pembacaan block ke disk dan menempatkan kopian dr block tersebut ke database buffer cache.
proses membaca ke disk meningkatkan Physical Reads.
Diharapkan setingan Oracle Buffer Cache cukup untuk menampung blok2 data yg dibutuhkan sehingga performance tidak turun.
Status Buffer di Buffer Cache :
1. Pinned : Session yg ada tidak diperkenankan untuk mengubah blok data yg sedang digunakan oleh session lain. Session lain menunggu giliran
2. Clean : Buffer sekarang tidak di pinned, dan buffer tersebut sbagai kandidat untuk di tulis ke disk
isi dari block data di buffer dan disk consistent
3. Free or Unused : Buffer belum dipakai (Pada saat instance baru STARTED)
4. Dirty : status buffer tidak lagi di pinned tetapi isi dari block data yg di buffer telah berubah,
dan harus di flush ke disk oleh DBWR sebelum di aged-out
Physical Database Storage
1. Control files : menyimpan informasi mengenai database itu sendiri, critical tanpa file ini, anda tidak dapat membuka database
(Sebelum Database dalam kondisi MOUNT, oracle membaca controlfile terlebih dahulu)
2. Data files : menyimpan user / aplikasi data
3. Online Redo Log Files : Berguna untuk Instance Recovery
4. Parameter Files : Configurasi Instance pada saat startup
5. Password Files : Memungkinkan user konek ke database dan melakukan administrative tasks
6. Archived Log Files : dengan backup files, data file dapat di recover ,hingga commit terakhir
7. Trace Files : berisi error dr server / background process file.
8. Alert Log Files : berisi kronologis database, messages ataupun error.
9. backup Files : digunakan untuk database Recovery